Friday, February 17, 2006

> Setamat TK, Nurhamdi memutuskan untuk tidak
> melanjutkan sekolah formalnya.
> Bukan karena ketidakmampuan otaknya, melainkan
> kebalikannya. Hamdi atau
> Dede, demikian dia disapa oleh orang tuanya,
> “terlalu
> mampu” dalam memilih
> kemana dirinya akan bersekolah. Seperti dalam
> kutipan
> berikut:
>
> Suatu hari waktu aku pulang dari acara perpisahan
> sekolah TKku,
> aku duduk di teras Rumahku bersama bapakku.
> Bapakku bertanya: ”apa betul kamu tidak akan
> melanjutkan
> Ke SD ?” aku menjawab: “ bapak tahu dari siapa ?”
> setelah minum air putih bapak berkata: “ ibumu
> bercerita di sekolah
> sewaktu ibu temanmu bertanya kamu mau melanjutkan SD
> di mana
> katanya kamu bilang kamu enggak sekolah SD.”
> Aku melihat wajah bapakku dan menjawab:
> “ya pak, aku tidak ingin sekolah SD, tetapi Aku akan
> terus belajar.
> Aku ingin sekolah di rumah. Bapak mau kan mengajari
> aku?
> Bapak dulu kan pernah jadi guru.”
> .................
> Aku lalu bertanya: ”kenapa sih pak kalau sekolah kok
> terlalu banyak
> aturan dan larangan, harus begini harus begitu,
> tidak
> boleh ini tidak boleh itu?
> Kalau sekolah di rumah kan bebas.”
> Setelah menarik napas bapakku menjawab: “dimana-mana
> pasti ada aturan.
> Di sekolah, di jalan, di kampung, di rumah pun ada
> aturan.
> Bedanya kalau belajar di rumah peraturan dibuat
> bersama-sama
> antara murid dan guru. Kalau sudah sepakat, aturan
> harus di jalankan,
> yang melanggar dapat hukuman. Kapan belajar kapan
> bermain kapan istirahat
> Kapan membantu orang tua, semua di rencanakan
> bersama.”
> Aku kemudian bertanya: “jadi aku boleh usul pak,
> misalnya hari ini belajar apa,
> lama belajar berapa jam, istirahatnya jam berapa,
> liburnya hari apa, gitu boleh?”
> dengan cepat bapakku menjawab: “ya boleh, memang
> harus
> begitu!”
> aku lalu berkata: ”asyik juga. Ini namanya sekolah
> merdeka.”
> (Sekolah Merdeka, tanpa tanggal, tanjung
> Watu emas, yogya karta.)

(diambil dari milis penyair@yahoogroups.com*sae24x@yahoo.com*)

sibequni @ 11:40 PM | Comments